Pompa air merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan air atau benda cair dari suatu tempat ke tempat lain. Jenis pompa air cukup banyak sesuai dengan desain dan fungsinya masing-masing. Dalam keperluan sehari-hari umumnya pompa air digunakan untuk memompa air dari sumur atau dari sumber air lainnya seperti sungai atau danau. Untuk yang manual dikenal dengan pompa dragon dan yang otomatis (menggunakan listrik) dikenal dengan pompa air sanyo, walau sebenarnya ke dua nama ini merupakan merk dari jenis pompa air, namun karena terkenal di masyarakat, lalu merekapun menyebutnya demikian.
Cerita unik tentang kegunaan dari pompa air ini adalah seperti yang terjadi di kampung saya dan juga mungkin di daerah-daerah lain. Pompa air (listrik) digunakan untuk menyedot air dari pipa PDAM karena airnya tak pernah bisa sampai ke rumah (tekanannya sangat rendah). Kasihan sebenarnya. Sudahlah bayar PDAM ditambah lagi bayar listrik untuk pompa airnya, belum lagi kalau yang disedot cuma angin....(???!).
Berikut blok diagram jenis-jenis pompa air.
A. Pompa air desak (Positive Displacement Pumps).
Ini merupakan kategori pertama dari jenis-jenis pompa air. Jenis pompa yang bekerja memindahkan air dengan cara mendesak sejumlah volume air. Besarnya volume air yang dipindahkan tergantung dari desain pompa tersebut. Pompa air desak ini dibagi dalam sub kategori, yaitu pompa desak yang bekerja dengan sistim bolak-balik / maju - mundur (Reciprocating - Positive Displacement Pumps) dan pompa desak yang bekerja dengan sistim putar (Rotary - Positive Displacement Pumps).
Berikut rincian sub kategori dari pompa air desak (Positive Displacement Pumps).
A.1. Pompa air desak bolak-balik (Reciprocating - Positive Displacement Pumps)
a. Pompa air piston / plunger (Plunger / Piston Pumps)
b. Pompa air diafragma / membran (Diaphragm Pumps)
A.2. Pompa air desak putar (Rotary - Positive Displacement Pumps)
A.2.1. Single Rotor.
a. Vane Pumps
b. Peristaltic Pumps
c. Screw Pumps(1)
d. Progressive Cavity Pumps
A.2.2. Multple Rotor
a. Lobe Pumps
b. Gear Pumps
c. Screw Pumps(2)
d. Circumperential Piston Pumps
B. Pompa air Rotodinamik (Rotodynamic pumps).
Kategori kedua dari jenis pompa air adalah pompa air rotodinamik. Prinsip kerjanya yaitu menambahkan energi kinetis terhadap air dengan cara meningkatkan kecepatan aliran air tersebut. Energi yang terdapat pada kecepatan aliran air ini kemudian diubah menjadi energi potensial / dinamis, sehingga tekanan air yang keluar dari pompa menjadi semakin besar.
Pompa air rotodinamik ini dibagi dalam dua sub kategori, yaitu pompa air sentrifugal yang menggunakan kipas impeller untuk menghisap masuk dan mendorong keluar air, dan pompa air dengan efek khusus, atau yang selain menggunakan kipas impeller.
B.1. Pompa air sentrifugal (Centrifugal pumps)
a. Radial flow pumps
b. Axial flow pumps
c. Mixed flow pumps
B.2 Pompa air dengan efek khusus.
a. Jet pump (eductor)
b. Gas lift
c. Elektromagnet Pumps
d. Hydraulic Ram Pumps
Begitu banyak jenis-jenis pompa air ini seperti terlihat pada gambar blok diagram di atas. Karenanya artikel ini kami maksudkan sebagai peta yang menuju ke setiap link berbagai jenis pompa air, sehingga kita tidak dibingungkan oleh berbagai jenis pompa yang ada.
Masing-masing jenis pompa memiliki link halaman sendiri untuk penjelasan detailnya. Semoga kelak setiap jenis pompa ada link halamannya masing-masing.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Jenis-jenis pompa air berdasarkan tenaga penggeraknya
- Pompa air tenaga surya
- Pompa air pada dispenser galon bawah
..................................................................................................................................................
Monday, December 2, 2013
Tuesday, November 26, 2013
Diaphragm Pumps: Pompa diafragma
Pompa air Diafragma.
Sebelumnya, pada artikel terdahulu, kami angkat tentang pompa piston sebagai jenis pertama dari pompa desak bolak-balik (Reciprocating - Positive Displacement Pumps). Kali ini kami angkat tentang pompa diafragma / membran yang merupakan jenis kedua dari pompa desak bolak-balik.
Sesuai namanya, pompa ini menggunakan difragma atau membran yang bekerja bolak-balik untuk menghisap masuk dan mendorong keluar air dalam ruang pompa (chamber) dan terdapat katup di saluran masuk dan keluarnya untuk menjaga arah aliran air agar masuk dan keluar sesuai dengan salurannya masing-masing.
Pergerakan diafragma akan menghasilkan daya hisap saat bergerak mundur untuk menghisap air masuk dan daya tekan saat bergerak maju untuk mendorong air keluar.
Berikut skema dan cara kerja pompa diafragma.
Gambar di atas merupakan skema dari sebuah pompa diafragma secara umum serta komponen-komponennya, yang digerakkan secara mekanik oleh sebuah motor dengan roda eksentriknya. (roda eksentrik maksudnya roda yang berbentuk unik tidak bulat sempurna yang dibuat dengan tujuan khusus).
Inti dari pompa jenis ini adalah adanya membran / diafragma yang bergerak maju-mundur di dalam ruang pompa untuk menghisap masuk dan mendorong air keluar. Diafragma terbuat dari bahan yang elastis dan kedap air.
Cara kerja
Gambar sebelah kiri (gambar A), menunjukkan saat diafragma bergerak mundur untuk menghisap masuk air. Katup masuk (inlet valve) terbuka sehingga air terhisap masuk memenuhi ruang pompa melalui saluran masuk (inlet). Pada saat bersamaan katup keluar (outlet valve) tertutup untuk menjaga air yang sudah ada di saluran keluar (outlet) tidak terhisap masuk kembali ke ruang pompa.
Gambar sebelah kanan (gambar B), menunjukkan saat diafragma bergerak maju untuk mendorong air keluar dari ruang pompa. Pada kondisi ini katup keluar (outlet valve) terbuka sehingga air keluar dari ruang pompa menuju saluran keluar (outlet). Pada saat bersamaan katup masuk (inlet valve) tertutup untuk menjaga agar air yang ada di ruang pompa tidak kembali ke sumbernya.
Mengenai cara kerja pompa diafragma ini untuk jelasnya kita lihat animasi berikut ini:
Ada banyak macam pompa diafragma tergantung dari kegunaannya dan tenaga penggerak diafragmanya serta jumlah diafragmanya.
Berdasarkan tenaga penggerak diafragmanya, pompa diafragma digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
1. Penggerak mekanik.
Jenis ini memiliki penggerak mekanik yang langsung terhubung dengan diafragma. Contoh animasi dan skema di atas merupakan contoh untuk pompa diafragma dengan penggerak mekanik.
2. Penggerak hidrolik.
Jenis ini memiliki cairan hidrolik untuk mendorong dan menarik diafragma. Cairan ini didesak oleh piston atau plunger yang digerakkan secara mekanik juga. Sebenarnya hampir sama dengan pompa diafragma dengan penggerak mekanik di atas. Bedanya penggerak mekaniknya tidak terhubung langsung dengan diafragma tapi dengan perantara cairan hidrolik.
3. Penggerak solenoid.
Jenis pompa diafragma ini digerakkan oleh semacam piston atau plunger yang didorong atau ditarik oleh medan magnet yang dihasilkan oleh solenoid. Solenoid merupakan alat yang akan menghasilkan gerakan mekanik linier jika di aliri arus listrik. Secara umum solenoid terdiri dari lilitan dan inti baja. Jika lilitan di aliri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang akan menarik atau mendorong inti besinya. Gerakan inti besi ini dimanfaatkan untuk menggerakkan diafragma pada pompa diafragma.
Berikut gambar sebuah solenoid dan animasi cara kerja pompa diafragma dengan solenoid sebagai penggerak diafragmanya.
4. Penggerak angin.
Pompa diafragma ini dikenal dengan nama AODD Pumps ( Air Operated Double Diaphragm Pumps). Karena desainnya memiliki dua pompa diafragma, dinamakan pompa diafragma ganda yang memanfaatkan tekanan angin sebaga penggerak diafragmanya. Posisinya saling berhadapan dimana kedua diafragmanya (diafragma kiri dan kanan) terhubung oleh sebuah piston atau plunger seperti gambar berikut.
Gambar paling atas merupakan contoh untuk pompa diafragma ganda ini.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Jenis pompa air berdasarkan tenaga penggeraknya
- Piston pumps: Pompa air piston
- Pompa air pada dispenser galon bawah
- Jenis-jenis pompa air secara umum
..................................................................................................................................................
Sebelumnya, pada artikel terdahulu, kami angkat tentang pompa piston sebagai jenis pertama dari pompa desak bolak-balik (Reciprocating - Positive Displacement Pumps). Kali ini kami angkat tentang pompa diafragma / membran yang merupakan jenis kedua dari pompa desak bolak-balik.
Sesuai namanya, pompa ini menggunakan difragma atau membran yang bekerja bolak-balik untuk menghisap masuk dan mendorong keluar air dalam ruang pompa (chamber) dan terdapat katup di saluran masuk dan keluarnya untuk menjaga arah aliran air agar masuk dan keluar sesuai dengan salurannya masing-masing.
Pergerakan diafragma akan menghasilkan daya hisap saat bergerak mundur untuk menghisap air masuk dan daya tekan saat bergerak maju untuk mendorong air keluar.
Berikut skema dan cara kerja pompa diafragma.
Gambar di atas merupakan skema dari sebuah pompa diafragma secara umum serta komponen-komponennya, yang digerakkan secara mekanik oleh sebuah motor dengan roda eksentriknya. (roda eksentrik maksudnya roda yang berbentuk unik tidak bulat sempurna yang dibuat dengan tujuan khusus).
Inti dari pompa jenis ini adalah adanya membran / diafragma yang bergerak maju-mundur di dalam ruang pompa untuk menghisap masuk dan mendorong air keluar. Diafragma terbuat dari bahan yang elastis dan kedap air.
Cara kerja
Gambar sebelah kiri (gambar A), menunjukkan saat diafragma bergerak mundur untuk menghisap masuk air. Katup masuk (inlet valve) terbuka sehingga air terhisap masuk memenuhi ruang pompa melalui saluran masuk (inlet). Pada saat bersamaan katup keluar (outlet valve) tertutup untuk menjaga air yang sudah ada di saluran keluar (outlet) tidak terhisap masuk kembali ke ruang pompa.
Gambar sebelah kanan (gambar B), menunjukkan saat diafragma bergerak maju untuk mendorong air keluar dari ruang pompa. Pada kondisi ini katup keluar (outlet valve) terbuka sehingga air keluar dari ruang pompa menuju saluran keluar (outlet). Pada saat bersamaan katup masuk (inlet valve) tertutup untuk menjaga agar air yang ada di ruang pompa tidak kembali ke sumbernya.
Mengenai cara kerja pompa diafragma ini untuk jelasnya kita lihat animasi berikut ini:
Berdasarkan tenaga penggerak diafragmanya, pompa diafragma digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
1. Penggerak mekanik.
Jenis ini memiliki penggerak mekanik yang langsung terhubung dengan diafragma. Contoh animasi dan skema di atas merupakan contoh untuk pompa diafragma dengan penggerak mekanik.
2. Penggerak hidrolik.
Jenis ini memiliki cairan hidrolik untuk mendorong dan menarik diafragma. Cairan ini didesak oleh piston atau plunger yang digerakkan secara mekanik juga. Sebenarnya hampir sama dengan pompa diafragma dengan penggerak mekanik di atas. Bedanya penggerak mekaniknya tidak terhubung langsung dengan diafragma tapi dengan perantara cairan hidrolik.
3. Penggerak solenoid.
Jenis pompa diafragma ini digerakkan oleh semacam piston atau plunger yang didorong atau ditarik oleh medan magnet yang dihasilkan oleh solenoid. Solenoid merupakan alat yang akan menghasilkan gerakan mekanik linier jika di aliri arus listrik. Secara umum solenoid terdiri dari lilitan dan inti baja. Jika lilitan di aliri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang akan menarik atau mendorong inti besinya. Gerakan inti besi ini dimanfaatkan untuk menggerakkan diafragma pada pompa diafragma.
Berikut gambar sebuah solenoid dan animasi cara kerja pompa diafragma dengan solenoid sebagai penggerak diafragmanya.
Pompa diafragma ini dikenal dengan nama AODD Pumps ( Air Operated Double Diaphragm Pumps). Karena desainnya memiliki dua pompa diafragma, dinamakan pompa diafragma ganda yang memanfaatkan tekanan angin sebaga penggerak diafragmanya. Posisinya saling berhadapan dimana kedua diafragmanya (diafragma kiri dan kanan) terhubung oleh sebuah piston atau plunger seperti gambar berikut.
Gambar paling atas merupakan contoh untuk pompa diafragma ganda ini.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Jenis pompa air berdasarkan tenaga penggeraknya
- Piston pumps: Pompa air piston
- Pompa air pada dispenser galon bawah
- Jenis-jenis pompa air secara umum
..................................................................................................................................................
Tuesday, November 19, 2013
Piston Pumps: Pompa air piston
Ini merupakan salah satu jenis pompa air desak bolak-balik (Reciprocating - Positive Displacement Pump) yang menggunakan piston sebagai komponen yang bekerja bolak-balik menghisap masuk dan mendorong keluar air. Jenis ini memiliki mekanisme satu atau beberapa set katup (valve) di bagian lobang masuk dan lobang keluaran untuk menjaga agar aliran air sesuai dengan arah masuk dan keluarnya air.
Contoh yang sering kita jumpai adalah pompa air Dragon yang dulu sangat populer di sekitar kita. Biasa digunakan untuk memompa air dari sumur sebagai pengganti alat timba katrol untuk mengambil air dari sumur.
Sekarang pompa piston ini masih digunakan pada wilayah yang jauh dari pemukiman, seperti sawah atau kebun untuk menyedot air dari sumur atau sumur bor untuk mengairi sawah atau menyediakan air untuk minum hewan peliharaan. Tenaga penggeraknya bisa menggunakan listrik tenaga surya atau listrik tenaga angin.
Konstruksi pompa air piston mirip dengan motor bakar, mesin mobil misalnya. Bedanya, ruang silinder dan pistonnya dimanfaatkan untuk menghisap masuk dan mendorong keluar air. Sedangkan pada motor bakar, ruang silinder dipakai sebagai tempat pembakaran untuk menggerakkan piston.
Berdasarkan aksinya, pompa air piston dibedakan:
1. Single-acting piston pump (Pompa piston aksi tunggal).
Pada jenis ini, ruang silinder yang digunakan sebagai tempat keluar - masuk air hanya sebelah saja. Setiap gerakan piston maju atau mundur hanya memiliki fungsi tunggal. Misalnya, saat piston bergerak mundur, air akan terhisap masuk ke ruang silinder, dan saat piston bergerak maju air akan terdorong keluar dari ruang silinder. Jadi masing-masing gerakan piston memiliki satu fungsi saja. Agar lebih jelas, kita lihat animasi berikut.
2. Double-acting piston pump (Pompa piston aksi ganda).
Pada jenis ini, ruang silinder yang digunakan untuk keluar masuknya air terdapat di kedua sisi piston. Masing-masing sisi memiliki lobang masuk dan keluar air, dan setiap gerakan piston maju atau mundur memiliki fungsi ganda. Saat piston bergerak mundur, air yang ada di sebelah kiri piston terdorong keluar dan pada saat yang sama piston menyedot air masuk ke ruang silinder sebelah kanan piston. Saat piston bergerak maju, air yang ada di ruang silinder sebelah kanan piston terdorong keluar dan sekaligus menyedot air masuk ke ruang silinder sebelah kiri piston. Agar lebih jelas kita lihat animasi berikut.
1. Simplex.
Berarti hanya menggunakan silinder / piston tunggal. Ini merupakan pompa desak bolak-balik yang umumnya dikenal, seperti pompa manual merk Dragon. Contoh pada kedua animasi di atas adalah contoh pompa air simplex (Simplex piston pump).F
2. Duplex.
Berarti pompa tersebut menggunakan silinder dan piston ganda. Seolah-olah memiliki dua mesin pompa yang terpasang berdampingan namun berbeda 180° dalam gerakan pistonnya. Saat piston pada silinder pertama bekerja mendorong air keluar, piston pada silinder kedua bekerja menghisap air. Begitu sebaliknya selalu berbeda 180° antara piston pertama dan piston kedua.
3. Triplex.
Berarti pompa tersebut memiliki tiga silinder dan piston yang terpasang berdampingan dan antara dua piston berbeda 120° dalam gerakannya.
Dari kombinasi jenis-jenis pompa di atas, akan menghasilkan beragam pompa bolak-balik yang disesuaikan dengan fungsinya.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Jenis pompa air berdasarkan tenaga penggeraknya
- Pompa air tenaga surya
- Pompa air pada dispenser galon bawah
- Diaphragm Pumps: Pompa Diafragma
- Jenis-jenis pompa air secara umum
..................................................................................................................................................
Contoh yang sering kita jumpai adalah pompa air Dragon yang dulu sangat populer di sekitar kita. Biasa digunakan untuk memompa air dari sumur sebagai pengganti alat timba katrol untuk mengambil air dari sumur.
Sekarang pompa piston ini masih digunakan pada wilayah yang jauh dari pemukiman, seperti sawah atau kebun untuk menyedot air dari sumur atau sumur bor untuk mengairi sawah atau menyediakan air untuk minum hewan peliharaan. Tenaga penggeraknya bisa menggunakan listrik tenaga surya atau listrik tenaga angin.
Konstruksi pompa air piston mirip dengan motor bakar, mesin mobil misalnya. Bedanya, ruang silinder dan pistonnya dimanfaatkan untuk menghisap masuk dan mendorong keluar air. Sedangkan pada motor bakar, ruang silinder dipakai sebagai tempat pembakaran untuk menggerakkan piston.
.................................
Note:
Note:
Saat berbicara tentang pompa piston, ini berarti mencakup juga tentang pompa plunger (Plunger pump) karena pada umunya kedua jenis pompa ini tidak jauh berbeda. Bahkan kadang penyebutan piston disamakan dengan plunger, walau konstruksinya berbeda. Gambar skema berikut menunjukkan perbedaan antara pompa piston dan pompa plunger.
Plunger pump bisa dibayangkan seperti jarum suntik. Komponen jarum suntik yang berfungsi menghisap dan mendorong cairan obat disebut dengan Plunger yang ujungnya terbuat dari bahan karet.
Pada desain konstruksinya pompa plunger tidak ada yang aksi ganda (Double Action), hanya aksi tunggal saja (Single Action). Sedangkan pompa piston desainnya bisa aksi ganda atau aksi tunggal.
Untuk lebih memudahkan pembahasannya kita anggap pompa piston sama dengan pompa plunger.
............................................
Pompa air piston digolongkan dalam beberapa jenis berdasarkan aksi dan jumlah silindernya.............................................
Berdasarkan aksinya, pompa air piston dibedakan:
1. Single-acting piston pump (Pompa piston aksi tunggal).
Pada jenis ini, ruang silinder yang digunakan sebagai tempat keluar - masuk air hanya sebelah saja. Setiap gerakan piston maju atau mundur hanya memiliki fungsi tunggal. Misalnya, saat piston bergerak mundur, air akan terhisap masuk ke ruang silinder, dan saat piston bergerak maju air akan terdorong keluar dari ruang silinder. Jadi masing-masing gerakan piston memiliki satu fungsi saja. Agar lebih jelas, kita lihat animasi berikut.
2. Double-acting piston pump (Pompa piston aksi ganda).
Pada jenis ini, ruang silinder yang digunakan untuk keluar masuknya air terdapat di kedua sisi piston. Masing-masing sisi memiliki lobang masuk dan keluar air, dan setiap gerakan piston maju atau mundur memiliki fungsi ganda. Saat piston bergerak mundur, air yang ada di sebelah kiri piston terdorong keluar dan pada saat yang sama piston menyedot air masuk ke ruang silinder sebelah kanan piston. Saat piston bergerak maju, air yang ada di ruang silinder sebelah kanan piston terdorong keluar dan sekaligus menyedot air masuk ke ruang silinder sebelah kiri piston. Agar lebih jelas kita lihat animasi berikut.
Berdasarkan jumlah piston dan silinder, pompa air piston dibedakan menjadi:
1. Simplex.
Berarti hanya menggunakan silinder / piston tunggal. Ini merupakan pompa desak bolak-balik yang umumnya dikenal, seperti pompa manual merk Dragon. Contoh pada kedua animasi di atas adalah contoh pompa air simplex (Simplex piston pump).F
2. Duplex.
Berarti pompa tersebut menggunakan silinder dan piston ganda. Seolah-olah memiliki dua mesin pompa yang terpasang berdampingan namun berbeda 180° dalam gerakan pistonnya. Saat piston pada silinder pertama bekerja mendorong air keluar, piston pada silinder kedua bekerja menghisap air. Begitu sebaliknya selalu berbeda 180° antara piston pertama dan piston kedua.
3. Triplex.
Berarti pompa tersebut memiliki tiga silinder dan piston yang terpasang berdampingan dan antara dua piston berbeda 120° dalam gerakannya.
Dari kombinasi jenis-jenis pompa di atas, akan menghasilkan beragam pompa bolak-balik yang disesuaikan dengan fungsinya.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Jenis pompa air berdasarkan tenaga penggeraknya
- Pompa air tenaga surya
- Pompa air pada dispenser galon bawah
- Diaphragm Pumps: Pompa Diafragma
- Jenis-jenis pompa air secara umum
..................................................................................................................................................
Tuesday, October 29, 2013
Cara setup home theater
Sebelumnya telah kita bahas mengenai berbagai format surround sound. Setiap format surround sound selalu berkorelasi dengan channel-channel home theater. Ada beberapa jenis home theater berdasarkan konfigurasi channelnya. Yang paling umum adalah home theater 5.1 channel, diikuti home theater 6.1 channel, kemudian home theater 7.1 channel. Sebenarnya masih ada lagi konfigurasi yang lain, 9.1 channel dan 12.1 channel. Tapi nampaknya kedua jenis ini masih kurang umum.
Kali ini kita coba bahas bagaimana cara setup home theater menurut para expert. Yang dimaksud di sini adalah cara penempatan speaker-speaker home theater kita. Sangat disayangkan kalau kita asal-asalan menempatkan posisi speaker-speaker tersebut, yang justru akan membuat kita merasa tidak nyaman akibatnya.
Berikut cara setup speaker untuk ke tiga jenis home theater.
A. Home theater 5.1 channel.
Ikuti ilustrasi dari gambar berikut.
Dari gambar di atas total terdapat 6 komponen speaker dari home theater 5.1 channel,
- Speaker 1. SW (subwoover).
Pada dasarnya subwoover bisa diletakkan dimana saja asal kabelnya cukup. Jika dekat ke dinding atau pojok ruangan, suaranya akan semakin nge-bass. Tips dari expert dalam mencari posisi yang pas untuk subwoover ini adalah coba tes home theater dengan nyetel musik favorit anda sambil memindah-mindahkan posisi subwoover sampai anda mendapatkan posisi yang pas. Untuk melakukan tips ini sebaiknya setelah semua speaker sudah pas di posisi masing-masing.
- Speaker 2. CTR (Center).
Center speaker diletakkan di bawah atau di atas TV, sejajar dengan titik tengah TV dan dihadapkan ke penonton. Jika berada di bawah TV, condongkan sedikit ke atas, jika berada di atas TV condongkan sedikit ke bawah agar mengarah tepat ke te telinga penonton.
- Speaker 3. FL (Front Left = kiri-depan) dan 4. FR (Front Right = kanan-depan).
Kedua speaker diletakkan di samping kanan dan kiri HDTV dan keduanya menghadap ke titik tengah dimana posisi anda duduk. Jarak dari titik tengah TV, masing-masing antara 22° - 30° derajat. Ketinggian kedua speaker (tweeter-nya) harus sejajar dengan telinga penonton.
- Speaker 5. SL (Surround Left) dan 6. SR (Surround Right).
Dua speaker yang berada di kanan-kiri (agak ke belakang) penonton dinamakan speaker surround. Diletakkan diantara sudut 90° - 110°. Ketinggiannya sama dengan front speaker (speaker 3 dan 4). Lebih baik jika sebelumnya anda membeli home theater dengan speaker surround yang wireless (tanpa kabel) dan ada pilihan untuk ditempel di dinding. Seperti gambar berikut.
Atau cek berbagai pilihan model alat untuk melekatkan speaker surround-nya ke dinding, di sini
.
B. Home theater 6.1 channel.
Untuk home theater 6.1 memiliki 7 speaker. Sama dengan home theater 5.1 channel (ada 6 speaker total) ditambah 1 speaker surround belakang seperti gambar berikut.
Cara penempatan speaker-speakernya sama dengan home theater 5.1, sedang speaker tambahan, yang dinamakan Center Surround speaker atau Surround Back, diletakkan tepat dibelakang tempat duduk penonton, saling berhadapan dengan center speaker depan dan ketinggiannya sama dengan speaker surround kanan (SR) atau kiri (SL), Seperti terlihat pada gambar di atas. Jika dekat dengan dinding sebaiknya tempelkan juga ke dinding.
C. Home theater 7.1 channel.
Untuk home theater 7.1 memiliki total 8 speaker. Sama dengan home theater 5.1 channel (ada 6 speaker total) ditambah 2 speaker surround belakang seperti gambar berikut.
Ke dua speaker surround tambahan ini masing-masing ditempatkan dalam sudut 135° - 150° yang mengarah ke tempat duduk penonton dengan ketinggian sama dengan speaker surround kiri (SL) dan kanan (SR). Speaker tambahan sebelah kiri dinaman Surround back-left (SBL) dan sebelah kanan dinamakan Surround back-right (SBR). Juga sebaiknya ditempelkan ke dinding jika memungkinkan. Sekian.
Note:
- Cara penempatan speaker-speaker anda. tidak harus mutlak sama persis dengan cara penempatan speaker-speaker di atas. Beda-beda sedikit tidak mengapa apalgi jika ruangan yang anda miliki tidak memungkin. Apalagi kebanyakan home theater saat ini dilengkapi program auto calibration, sehingga penempatan speaker yang sedikit melenceng akan dikompensasi dengan adanya program auto kalibrasi ini. Kelak kita bahas lain kesempatan.
Artikel terkait:
- Jenis home theater dan bagian-bagiannya
- Apa maksud 5.1 - 6.1 - 7.1 pada home theater dan format surround sound
- Koneksi dan cara kerja jaringan DLNA
- Cara koneksi laptop ke TV Digital dengan kabel HDMI
- Jenis-jenis konektor HDMI
- Apa itu kabel HDMI
- Jenis-jenis TV 3D
- Apa itu Smart TV
- Cara koneksi Smart TV ke jaringan internet
..................................................................................................................................................
Kali ini kita coba bahas bagaimana cara setup home theater menurut para expert. Yang dimaksud di sini adalah cara penempatan speaker-speaker home theater kita. Sangat disayangkan kalau kita asal-asalan menempatkan posisi speaker-speaker tersebut, yang justru akan membuat kita merasa tidak nyaman akibatnya.
Berikut cara setup speaker untuk ke tiga jenis home theater.
A. Home theater 5.1 channel.
Ikuti ilustrasi dari gambar berikut.
Dari gambar di atas total terdapat 6 komponen speaker dari home theater 5.1 channel,
- Speaker 1. SW (subwoover).
Pada dasarnya subwoover bisa diletakkan dimana saja asal kabelnya cukup. Jika dekat ke dinding atau pojok ruangan, suaranya akan semakin nge-bass. Tips dari expert dalam mencari posisi yang pas untuk subwoover ini adalah coba tes home theater dengan nyetel musik favorit anda sambil memindah-mindahkan posisi subwoover sampai anda mendapatkan posisi yang pas. Untuk melakukan tips ini sebaiknya setelah semua speaker sudah pas di posisi masing-masing.
- Speaker 2. CTR (Center).
Center speaker diletakkan di bawah atau di atas TV, sejajar dengan titik tengah TV dan dihadapkan ke penonton. Jika berada di bawah TV, condongkan sedikit ke atas, jika berada di atas TV condongkan sedikit ke bawah agar mengarah tepat ke te telinga penonton.
- Speaker 3. FL (Front Left = kiri-depan) dan 4. FR (Front Right = kanan-depan).
Kedua speaker diletakkan di samping kanan dan kiri HDTV dan keduanya menghadap ke titik tengah dimana posisi anda duduk. Jarak dari titik tengah TV, masing-masing antara 22° - 30° derajat. Ketinggian kedua speaker (tweeter-nya) harus sejajar dengan telinga penonton.
- Speaker 5. SL (Surround Left) dan 6. SR (Surround Right).
Dua speaker yang berada di kanan-kiri (agak ke belakang) penonton dinamakan speaker surround. Diletakkan diantara sudut 90° - 110°. Ketinggiannya sama dengan front speaker (speaker 3 dan 4). Lebih baik jika sebelumnya anda membeli home theater dengan speaker surround yang wireless (tanpa kabel) dan ada pilihan untuk ditempel di dinding. Seperti gambar berikut.
Atau cek berbagai pilihan model alat untuk melekatkan speaker surround-nya ke dinding, di sini
B. Home theater 6.1 channel.
Untuk home theater 6.1 memiliki 7 speaker. Sama dengan home theater 5.1 channel (ada 6 speaker total) ditambah 1 speaker surround belakang seperti gambar berikut.
Cara penempatan speaker-speakernya sama dengan home theater 5.1, sedang speaker tambahan, yang dinamakan Center Surround speaker atau Surround Back, diletakkan tepat dibelakang tempat duduk penonton, saling berhadapan dengan center speaker depan dan ketinggiannya sama dengan speaker surround kanan (SR) atau kiri (SL), Seperti terlihat pada gambar di atas. Jika dekat dengan dinding sebaiknya tempelkan juga ke dinding.
C. Home theater 7.1 channel.
Untuk home theater 7.1 memiliki total 8 speaker. Sama dengan home theater 5.1 channel (ada 6 speaker total) ditambah 2 speaker surround belakang seperti gambar berikut.
Ke dua speaker surround tambahan ini masing-masing ditempatkan dalam sudut 135° - 150° yang mengarah ke tempat duduk penonton dengan ketinggian sama dengan speaker surround kiri (SL) dan kanan (SR). Speaker tambahan sebelah kiri dinaman Surround back-left (SBL) dan sebelah kanan dinamakan Surround back-right (SBR). Juga sebaiknya ditempelkan ke dinding jika memungkinkan. Sekian.
Note:
- Cara penempatan speaker-speaker anda. tidak harus mutlak sama persis dengan cara penempatan speaker-speaker di atas. Beda-beda sedikit tidak mengapa apalgi jika ruangan yang anda miliki tidak memungkin. Apalagi kebanyakan home theater saat ini dilengkapi program auto calibration, sehingga penempatan speaker yang sedikit melenceng akan dikompensasi dengan adanya program auto kalibrasi ini. Kelak kita bahas lain kesempatan.
(Ref: - crutchfield.com
..................................................................................................................................................Artikel terkait:
- Jenis home theater dan bagian-bagiannya
- Apa maksud 5.1 - 6.1 - 7.1 pada home theater dan format surround sound
- Koneksi dan cara kerja jaringan DLNA
- Cara koneksi laptop ke TV Digital dengan kabel HDMI
- Jenis-jenis konektor HDMI
- Apa itu kabel HDMI
- Jenis-jenis TV 3D
- Apa itu Smart TV
- Cara koneksi Smart TV ke jaringan internet
..................................................................................................................................................
Sunday, October 27, 2013
Apa maksud 5.1 - 6.1 - 7.1 channel pada home theater dan format surround sound
Bayangkan kita duduk di suatu tempat, misalkan halaman rumah. Coba untuk mendengarkan setiap suara yang ada di sekeliling kita. Ada suara TV dari ruang keluarga dibelakang kita, suara anak tetangga sebelah bermain, suara motor lewat di gang sebelah, sampai suara kucing yang lagi birahi ribut di sudut taman (he-he).
Ada yang terdengar keras karena dekat dan ada suara yang sayup-sayup karena sangat jauh dari kita. Suara-suara tersebut lengkap mengelilingi kita. Walaupun kita tidak dapat melihat sumber suara-suara tersebut, tapi kita dapat memperkirakan dari arah mana masing-masing suara tersebut datang.
Format surround sound.
Begitu pula saat kita sedang nonton film, perangkat home theater akan menghasilkan suara-suara sesuai dengan aslinya seolah kita berada di tengah-tengah film tersebut. Perangkat home theater berfungsi memproduksi kembali suara yang diterima dari sumbernya, sehingga suara yang dihasilkan akan sama dengan sumbernya. Bagaimana suara dari sebuah film diproduksi (direkam), kira-kira seperti itu pula suara yang akan dihasilkan oleh home theater. (Idealnya seperti itu). Suara-suara yang dihasilkan oleh perangkat home theater ini disebut surround sound, yang artinya "suara yang mengelilingi" kita.
Teknologi yang dipergunakan untuk menghasilkan suara surround ini diantaranya teknologi dari Dolby Labs, DTS (Digital Theater System) Inc, THX atau SRS. Masing-masing perusahaan tersebut memiliki teknik sendiri dalam menciptakan format surround sound.
Sekarang seperti kita lihat banyak format surround sound yang dipergunakan pada perangkat home theater. Sebagai contoh:
- Dolby® Pro Logic II®, format surround sound dari Dolby Labs.
- Dolby® Digital, dari Dolby Labs juga
- DTS-HD™, format surround sound dari DTS Inc.
dan lain-lain.
5.1 channel surround sound.
Jika sebuah home theater menggunakan format surround sound, misalkan format Dolby® Digital, ini berarti home theater tersebut memiliki kemampuan menterjemahkan (decoding) audio dari sebuah film yang dibuat dengan format Dolby® Digital juga. Untuk lebih jelasnya kita lihat ilustrasi berikut.
1-2. Sebuah film soundtrack-nya diproduksi menggunakan format Dolby Digital dengan 6 channel suara.
3-4. Film tersebut akan dikonversi dalam bentuk DVD. Soundtracknya perlu dilakukan pengkodean dahulu menggunakan Dolby Digital Encoder. Baru kemudian dimasukkan kedalam DVD.
5-6. DVD tersebut ingin kita tonton dengan perangkat home theater kita. Untuk dapat menikmati suara yang menggunakan format surround Dolby Digital yang ada pada DVD tersebut, home theater kita harus mampu mengkode ulang (decoding) format Dolby Digital. Ini berarti home theater kita harus memiliki Dolby Digital decoder dan 6 channel speaker yang terdiri dari:
Format surround sound yang menggunakan konfigurasi 5.1 channel dalam pengkodean sinyal audionya selain Dolby Digital, ada juga Dolby Pro Logic II dan DTS.
Format DTS dianggap lebih baik dari format Dolby Digital, karena kompressi audionya lebih sedikit dibanding Dolby Digital. Hasilnya, audio dari format DTS sedikit lebih akurat dibanding format Dolby Digital. Format Dolby Digital dan DTS terdapat pada banyak home theater saat ini. Sementara kebanyakan film DVD menggunakan format Dolby Digital.
6.1 channel surround sound.
Konfigurasi home theater 6.1 channel sama dengan 5.1 channel dengan tambahan 1 channel untuk speaker surround tengah belakang.
Format surround yang menggunakan 6.1 channel yaitu:
Kali ini Dolby Labs bekerja sama dengan THX untuk menciptakan format yang menggunakan 6.1 surround channel. Hasilnya didapat format Dolby Digital EX dan THX Surround EX. Ke dua format ini sama dengan 5.1 channel dengan penambahan 1 channel matrix untuk speaker surround belakang.
Begitu juga dengan DTS-ES, juga menggunakan 5.1 channel dengan penambahan 1 channel discrete untuk speaker surround belakang.
Berikut ilustrasi produksi dan re-produksi audio menggunakan konfigurasi 6.1 channel surround.
7.1 channel surround sound.
Pada konfigurasi home theater 7.1 channel terdapat penambahan 2 channel dibandingkan dengan konfigurasi 5.1 channel. Semua channel-nya adalah channel discrete, yang berarti masing-masing channel berbeda satu sama lain dan berdiri sendiri. Kedua channel tambahan tersebut adalah channel surround samping kiri dan surround samping kanan.
Kali ini Dolby Labs bekerja sama dengan DTS Inc, untuk menghasilkan format surround sound untuk konfigurasi 7.1 channel. Hasilnya didapat dua jenis format:
Home theater yang support format lossless 7.1 channel, juga support Non-Lossless (Dolby Digital Plus dan DTS-HD (High Resolution)).
Catatan:
- Discrete = channel yang berbeda dari yang lain dan berdiri sendiri.
- Matrix = channel yang menghasilkan suara berdasarkan informasi suara dari channel-channel yang lain. Gambarannya begini, jika channel 1-2-3-4-5 menghasilkan suara A-B-C-E-F, maka channel 6 akan menghasilkan suara D, karena tidak dihasilkan oleh ke lima channel sebelumnya.
- Sebuah home theater 5.1 channel, berarti home theater tersebut secara fisik memiliki 5 loadspeaker dan 1 subwoofer. Demikian juga dengan konfigurasi 6.1 channel dan 7.1 channel.
- Namun ada juga home theater memiliki konfigurasi virtual 7.1 channel, walau secara fisik memiliki 5.1 channel.
- Selain format surround sound yang disebutkan di atas, masih banyak format surround sound yang lain. Kelak kita rinci dengan detail.
- Masing-masing film dibuat dengan menggunakan format-format tertentu. Karenanya pada perangkat home theater kita temukan begitu banyak format surround sound yang disupport dengan tujuan dapat menghasilkan surround sound dari berbagai format film di pasaran.
Artikel terkait:
- Jenis Home Theater dan bagian-bagiannya
- Cara setup home theater
- Koneksi dan cara kerja jaringan DLNA
- Cara koneksi laptop ke HDTV dengan kabel HDMI
- Jenis konektor HDMI
- Apa itu kabel HDMI
- Jenis-jenis TV 3D
- Cara koneksi Smart TV ke jaringan internet
- Apa itu Smart TV
- Jenis Resolusi TV Digital
..................................................................................................................................................
Ada yang terdengar keras karena dekat dan ada suara yang sayup-sayup karena sangat jauh dari kita. Suara-suara tersebut lengkap mengelilingi kita. Walaupun kita tidak dapat melihat sumber suara-suara tersebut, tapi kita dapat memperkirakan dari arah mana masing-masing suara tersebut datang.
Format surround sound.
Begitu pula saat kita sedang nonton film, perangkat home theater akan menghasilkan suara-suara sesuai dengan aslinya seolah kita berada di tengah-tengah film tersebut. Perangkat home theater berfungsi memproduksi kembali suara yang diterima dari sumbernya, sehingga suara yang dihasilkan akan sama dengan sumbernya. Bagaimana suara dari sebuah film diproduksi (direkam), kira-kira seperti itu pula suara yang akan dihasilkan oleh home theater. (Idealnya seperti itu). Suara-suara yang dihasilkan oleh perangkat home theater ini disebut surround sound, yang artinya "suara yang mengelilingi" kita.
Teknologi yang dipergunakan untuk menghasilkan suara surround ini diantaranya teknologi dari Dolby Labs, DTS (Digital Theater System) Inc, THX atau SRS. Masing-masing perusahaan tersebut memiliki teknik sendiri dalam menciptakan format surround sound.
(Note: SRS telah diakuisisi oleh DTS sejak july 2012)
Sekarang seperti kita lihat banyak format surround sound yang dipergunakan pada perangkat home theater. Sebagai contoh:
- Dolby® Pro Logic II®, format surround sound dari Dolby Labs.
- Dolby® Digital, dari Dolby Labs juga
- DTS-HD™, format surround sound dari DTS Inc.
dan lain-lain.
5.1 channel surround sound.
Jika sebuah home theater menggunakan format surround sound, misalkan format Dolby® Digital, ini berarti home theater tersebut memiliki kemampuan menterjemahkan (decoding) audio dari sebuah film yang dibuat dengan format Dolby® Digital juga. Untuk lebih jelasnya kita lihat ilustrasi berikut.
1-2. Sebuah film soundtrack-nya diproduksi menggunakan format Dolby Digital dengan 6 channel suara.
3-4. Film tersebut akan dikonversi dalam bentuk DVD. Soundtracknya perlu dilakukan pengkodean dahulu menggunakan Dolby Digital Encoder. Baru kemudian dimasukkan kedalam DVD.
5-6. DVD tersebut ingin kita tonton dengan perangkat home theater kita. Untuk dapat menikmati suara yang menggunakan format surround Dolby Digital yang ada pada DVD tersebut, home theater kita harus mampu mengkode ulang (decoding) format Dolby Digital. Ini berarti home theater kita harus memiliki Dolby Digital decoder dan 6 channel speaker yang terdiri dari:
- 5 channel full bandwidth dengan rentang frekuensi 3 Hz - 20 kHz (depan-kiri, depan-tengah, depan-kanan, surround belakang-kiri, surround belakang-kanan) dan
- 1 channel untuk subwoofer untuk menghasilkan efek frekuensi sangat rendah dengan rentang frekuensi 3 Hz - 120 Hz.
Format surround sound yang menggunakan konfigurasi 5.1 channel dalam pengkodean sinyal audionya selain Dolby Digital, ada juga Dolby Pro Logic II dan DTS.
Format DTS dianggap lebih baik dari format Dolby Digital, karena kompressi audionya lebih sedikit dibanding Dolby Digital. Hasilnya, audio dari format DTS sedikit lebih akurat dibanding format Dolby Digital. Format Dolby Digital dan DTS terdapat pada banyak home theater saat ini. Sementara kebanyakan film DVD menggunakan format Dolby Digital.
6.1 channel surround sound.
Konfigurasi home theater 6.1 channel sama dengan 5.1 channel dengan tambahan 1 channel untuk speaker surround tengah belakang.
Format surround yang menggunakan 6.1 channel yaitu:
- Dolby Digital EX
- THX Surround EX
- DTS-ES
Kali ini Dolby Labs bekerja sama dengan THX untuk menciptakan format yang menggunakan 6.1 surround channel. Hasilnya didapat format Dolby Digital EX dan THX Surround EX. Ke dua format ini sama dengan 5.1 channel dengan penambahan 1 channel matrix untuk speaker surround belakang.
Begitu juga dengan DTS-ES, juga menggunakan 5.1 channel dengan penambahan 1 channel discrete untuk speaker surround belakang.
Berikut ilustrasi produksi dan re-produksi audio menggunakan konfigurasi 6.1 channel surround.
7.1 channel surround sound.
Pada konfigurasi home theater 7.1 channel terdapat penambahan 2 channel dibandingkan dengan konfigurasi 5.1 channel. Semua channel-nya adalah channel discrete, yang berarti masing-masing channel berbeda satu sama lain dan berdiri sendiri. Kedua channel tambahan tersebut adalah channel surround samping kiri dan surround samping kanan.
Kali ini Dolby Labs bekerja sama dengan DTS Inc, untuk menghasilkan format surround sound untuk konfigurasi 7.1 channel. Hasilnya didapat dua jenis format:
- Lossless Surround Sound: Dolby TruHD dan DTS-HD™ Master Audio.
Semenjak adanya Blue Ray disc, kedua format di atas banyak digunakan. Karena Blue Ray disc memiliki kemampuan menyimpan informasi surround sound yang lebih banyak, hingga 50 Gb. (Bandingkan dengan DVD disc yang hanya mampu menyimpan data 4.7 Gb). Hasilnya jika sebuah film menggunakan format Dolby TruHD atau DTS-HD™ Master Audio, kita akan mendapatkan kualitas surround yang hampir sama dengan kualitas surround master film dari studionya. - Non Lossless Surround Sound: Dolby Digital Plus dan DTS-HD (High Resolution).Jenis format yang ke dua ini sedikit lebih rendah dari yang pertama namun tetap lebih tinggi kualitasnya dibandingkan format dengan konfigurasi 6.1 atau 5.1 channel.
Home theater yang support format lossless 7.1 channel, juga support Non-Lossless (Dolby Digital Plus dan DTS-HD (High Resolution)).
Catatan:
- Discrete = channel yang berbeda dari yang lain dan berdiri sendiri.
- Matrix = channel yang menghasilkan suara berdasarkan informasi suara dari channel-channel yang lain. Gambarannya begini, jika channel 1-2-3-4-5 menghasilkan suara A-B-C-E-F, maka channel 6 akan menghasilkan suara D, karena tidak dihasilkan oleh ke lima channel sebelumnya.
- Sebuah home theater 5.1 channel, berarti home theater tersebut secara fisik memiliki 5 loadspeaker dan 1 subwoofer. Demikian juga dengan konfigurasi 6.1 channel dan 7.1 channel.
- Namun ada juga home theater memiliki konfigurasi virtual 7.1 channel, walau secara fisik memiliki 5.1 channel.
- Selain format surround sound yang disebutkan di atas, masih banyak format surround sound yang lain. Kelak kita rinci dengan detail.
- Masing-masing film dibuat dengan menggunakan format-format tertentu. Karenanya pada perangkat home theater kita temukan begitu banyak format surround sound yang disupport dengan tujuan dapat menghasilkan surround sound dari berbagai format film di pasaran.
(source: http://www.crutchfield.com)
..................................................................................................................................................Artikel terkait:
- Jenis Home Theater dan bagian-bagiannya
- Cara setup home theater
- Koneksi dan cara kerja jaringan DLNA
- Cara koneksi laptop ke HDTV dengan kabel HDMI
- Jenis konektor HDMI
- Apa itu kabel HDMI
- Jenis-jenis TV 3D
- Cara koneksi Smart TV ke jaringan internet
- Apa itu Smart TV
- Jenis Resolusi TV Digital
..................................................................................................................................................
Saturday, October 26, 2013
Jenis Home Theater dan bagian-bagiannya
Istilah home theater mengacu pada seperangkat barang elektronik pengolah audio dan penampil video yang bertujuan menghadirkan hiburan di dalam rumah yang mendekati nuansa hiburan di bioskop. Dengan kata lain home theater berarti bioskop dalam rumah.
Perangkat yang biasa kita temukan dalam sistem home theater adalah:
1. Video Display. Perangkat penampil gambar sperti HDTV atau Proyektor.
2. A/V Receiver. Perangkat yang memilah, mengolah dan memperkuat sinyal audio yang kemudian dikirim ke masing-masing channel speaker.
3. A/V Sources. Sumber audio / video seperti CD - DVD - Blue Ray player, siaran TV Digital (Terrestrial, Satelit, TV kabel), ataupun internet.
4. Loadspeakers. Beberapa speaker dengan posisi tertentu
5. Subwoofer. Speaker khusus untuk frekuensi sangat rendah.
Namun istilah home theater cenderung mengacu pada perangkat pengolah suara saja yang bertujuan menghasilkan suara dengan format surround tertentu, seperti Dolby dan DTS (Digital Theater System). Karenanya kalau kita beli seperangkat home theater, yang kita dapatkan sejumlah speaker dan sebuah pengontrol. Jadi, sebuah perangkat home theater terdiri dari point 2 sampai 5 saja dari sistem home theater di atas, tanpa video display.
Home theater sebagai perangkat pengolah suara saja, terbagi dua, yaitu:
1. Home Theater In a Box (HTIB).
Ini maksudnya home theater yang sudah dirancang oleh produsennya untuk menghasilkan kualitas suara berdasarkan format surround sound tertentu dan jumlah speaker yang juga sudah ditentukan. Dengan kata lain ini merupakan jenis home theater yang sudah terpaket beserta fitur-fiturnya yang banyak dijual sekarang.
2. Custom Home theater.
Home theater yang dirancang dan dibangun sendiri sesuai selera. Ini diperlukan keahlian tersendiri untuk membangun sebuah home theater yang lengkap dan menghasilkan suara yang mendekati aslinya, dan yang pasti akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal.
Untuk tulisan ini kita focus pada jenis home theater HTIB saja. Karena tanpa harus memiliki keahlian dan uang yang banyak, kita sudah bisa mendapatkan perangkat home theater. Kitapun bisa bebas memilih mana yang sesuai dengan budget dan kualitas yang diinginkan.
Home Theater In a Box
Ini merupakan home theater yang dijual dalam satu paket. Banyak merk yang ditawarkan dengan fitur masing-masing. Home theater ini secara umum terdiri dari beberapa perangkat pendukung seperti gambar berikut.
Gambar di atas merupakan contoh dari paket home theater (HTIB) sistem 5.1 channel.
Maksud kode angka 5.1 adalah bahwa home theater tersebut memiliki 5 speaker surround dan 1 speaker subwoover. Total memiliki 6 buah speaker yang masing-masing memiiliki fungsi sendiri. Ditambah 1 unit A/V Receiver.
a. Satellite speaker.
Karena posisinya diletakkan mengelilingi tempat duduk penonton, maka dinamakan juga speaker satelit. Berfungsi menghasilkan suara menurut arah datangnya suara tersebut. Letaknya ada di:
- depan-kiri (front left speaker) gb. no.1
- depan-kanan (front right speaker) gb no.2
- belakang-kiri (dinamakan surround left speaker) gb. no.5
- dan belakang-kanan (dinamakan surround right speaker) gb.no. 6
b. Center speaker.
Speaker yang diletakkan di depan-tengah diatas atau di bawah TV. Berfungsi menghasilkan suara dialog yang berasal dari titik tengah layar TV. Speaker ini dinamakan juga Sound bar yang berisi beberapa speaker dan diletakkan dengan posisi tertidur. (gb. no 4)
c. Subwoofer.
Speaker yang dikhususkan untuk menghasilkan suara sangat rendah. Bisa diletakkan dimana saja asal kelihatan asri. (gb. no. 3)
d. A/V Receiver.
Pada dasarnya unit ini berfungsi untuk:
- Memilah (switch) sumber audio / video yang diinginkan dari beberapa sumber audio /video.
- Mengolah (pre-amp & processing) sinyal audio untuk menghasilkan sinyal audio surround berdasarkan format surround yang sudah ditetapkan, seperti format Dolby Digital, Dolby Pro Logic atau DTS.
- Sinyal audio yang sudah diolah kemudian diteruskan ke penguat (amplifier) masing-masing channel yang akhirnya diteruskan ke masing-masing speaker dan subwoofer. Sedangkan sinyal video diteruskan ke HDTV.
Pada home theater paket (HTIB) unit ini begitu lengkap, tidak sekedar memilah-mengolah-menguatkan sinyal audio, tapi sudah terdapat berbagai macam fasilitas tambahan yang terintegrasi. Seperti:
- CD - DVD - Blue Ray Player.
- AM / FM Radio Tuner
- Wi-Fi Buit-in untuk koneksi internet
- Wireless speaker, untuk koneksi ke speaker surround belakang kanan-kiri (gb. no 5 dan no. 6) tanpa menggunakan kabel.
- Koneksi DLNA, Blue tooth
- Karaoke
dan berbagai macam fasilitas tambahan lain. Itu sekedar contoh saja, yang jelas fasilitas tersebut berbeda untuk setiap merk dan jenisnya.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Siaran TV Digital
- Cara mendapatkan siaran TV Digital
- Resolusi TV Digital
- Daftar TV Digital yang sudah buil-in Tuner DVB-T2
- Antenna TV Digital
- Apa itu Smart TV
- Jenis-jenis TV 3D
- Apa itu kabel HDMI
- Apa itu DLNA
- Apa maksud 5.1 - 6.1 - 7.1 channel pada home theater dan format surround sound
- Cara setup home theater
..................................................................................................................................................
Perangkat yang biasa kita temukan dalam sistem home theater adalah:
1. Video Display. Perangkat penampil gambar sperti HDTV atau Proyektor.
2. A/V Receiver. Perangkat yang memilah, mengolah dan memperkuat sinyal audio yang kemudian dikirim ke masing-masing channel speaker.
3. A/V Sources. Sumber audio / video seperti CD - DVD - Blue Ray player, siaran TV Digital (Terrestrial, Satelit, TV kabel), ataupun internet.
4. Loadspeakers. Beberapa speaker dengan posisi tertentu
5. Subwoofer. Speaker khusus untuk frekuensi sangat rendah.
Namun istilah home theater cenderung mengacu pada perangkat pengolah suara saja yang bertujuan menghasilkan suara dengan format surround tertentu, seperti Dolby dan DTS (Digital Theater System). Karenanya kalau kita beli seperangkat home theater, yang kita dapatkan sejumlah speaker dan sebuah pengontrol. Jadi, sebuah perangkat home theater terdiri dari point 2 sampai 5 saja dari sistem home theater di atas, tanpa video display.
Home theater sebagai perangkat pengolah suara saja, terbagi dua, yaitu:
1. Home Theater In a Box (HTIB).
Ini maksudnya home theater yang sudah dirancang oleh produsennya untuk menghasilkan kualitas suara berdasarkan format surround sound tertentu dan jumlah speaker yang juga sudah ditentukan. Dengan kata lain ini merupakan jenis home theater yang sudah terpaket beserta fitur-fiturnya yang banyak dijual sekarang.
2. Custom Home theater.
Home theater yang dirancang dan dibangun sendiri sesuai selera. Ini diperlukan keahlian tersendiri untuk membangun sebuah home theater yang lengkap dan menghasilkan suara yang mendekati aslinya, dan yang pasti akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal.
Untuk tulisan ini kita focus pada jenis home theater HTIB saja. Karena tanpa harus memiliki keahlian dan uang yang banyak, kita sudah bisa mendapatkan perangkat home theater. Kitapun bisa bebas memilih mana yang sesuai dengan budget dan kualitas yang diinginkan.
Home Theater In a Box
Ini merupakan home theater yang dijual dalam satu paket. Banyak merk yang ditawarkan dengan fitur masing-masing. Home theater ini secara umum terdiri dari beberapa perangkat pendukung seperti gambar berikut.
Gambar di atas merupakan contoh dari paket home theater (HTIB) sistem 5.1 channel.
Maksud kode angka 5.1 adalah bahwa home theater tersebut memiliki 5 speaker surround dan 1 speaker subwoover. Total memiliki 6 buah speaker yang masing-masing memiiliki fungsi sendiri. Ditambah 1 unit A/V Receiver.
a. Satellite speaker.
Karena posisinya diletakkan mengelilingi tempat duduk penonton, maka dinamakan juga speaker satelit. Berfungsi menghasilkan suara menurut arah datangnya suara tersebut. Letaknya ada di:
- depan-kiri (front left speaker) gb. no.1
- depan-kanan (front right speaker) gb no.2
- belakang-kiri (dinamakan surround left speaker) gb. no.5
- dan belakang-kanan (dinamakan surround right speaker) gb.no. 6
b. Center speaker.
Speaker yang diletakkan di depan-tengah diatas atau di bawah TV. Berfungsi menghasilkan suara dialog yang berasal dari titik tengah layar TV. Speaker ini dinamakan juga Sound bar yang berisi beberapa speaker dan diletakkan dengan posisi tertidur. (gb. no 4)
c. Subwoofer.
Speaker yang dikhususkan untuk menghasilkan suara sangat rendah. Bisa diletakkan dimana saja asal kelihatan asri. (gb. no. 3)
d. A/V Receiver.
Pada dasarnya unit ini berfungsi untuk:
- Memilah (switch) sumber audio / video yang diinginkan dari beberapa sumber audio /video.
- Mengolah (pre-amp & processing) sinyal audio untuk menghasilkan sinyal audio surround berdasarkan format surround yang sudah ditetapkan, seperti format Dolby Digital, Dolby Pro Logic atau DTS.
- Sinyal audio yang sudah diolah kemudian diteruskan ke penguat (amplifier) masing-masing channel yang akhirnya diteruskan ke masing-masing speaker dan subwoofer. Sedangkan sinyal video diteruskan ke HDTV.
Pada home theater paket (HTIB) unit ini begitu lengkap, tidak sekedar memilah-mengolah-menguatkan sinyal audio, tapi sudah terdapat berbagai macam fasilitas tambahan yang terintegrasi. Seperti:
- CD - DVD - Blue Ray Player.
- AM / FM Radio Tuner
- Wi-Fi Buit-in untuk koneksi internet
- Wireless speaker, untuk koneksi ke speaker surround belakang kanan-kiri (gb. no 5 dan no. 6) tanpa menggunakan kabel.
- Koneksi DLNA, Blue tooth
- Karaoke
dan berbagai macam fasilitas tambahan lain. Itu sekedar contoh saja, yang jelas fasilitas tersebut berbeda untuk setiap merk dan jenisnya.
..................................................................................................................................................
Artikel terkait:
- Siaran TV Digital
- Cara mendapatkan siaran TV Digital
- Resolusi TV Digital
- Daftar TV Digital yang sudah buil-in Tuner DVB-T2
- Antenna TV Digital
- Apa itu Smart TV
- Jenis-jenis TV 3D
- Apa itu kabel HDMI
- Apa itu DLNA
- Apa maksud 5.1 - 6.1 - 7.1 channel pada home theater dan format surround sound
- Cara setup home theater
..................................................................................................................................................
Subscribe to:
Posts (Atom)























